Hidayatimur

Apakah SEO bisa saya lakukan sendiri? Ada banyak orang atau perusahaan yang menawarkan jasa SEO, tapi sesungguhnya SEO juga bisa anda lakukan sendiri tanpa menggunakan jasa. Dengan adanya berbagai panduan SEO yang disediakan secara gratis di internet (termasuk panduan ini), anda bisa belajar otodidak dan mengaplikasikannya sendiri. Anda bisa menghemat jutaan rupiah dengan melakukan optimasi sendiri. Untuk website bersifat informasi yang strukturnya sederhana, anda kemungkinan besar tidak perlu menggunakan jasa SEO dan cukup mengandalkan panduan ini. Tetapi kalau website anda punya struktur yang rumit misalkan toko online atau web-app, ada kemungkinan anda membutuhkan jasa SEO untuk menyederhanakan struktur agar ramah terhadap mesin pencari. Apa saja yang harus saya pelajari? Ada beberapa komponen utama dalam SEO, komponen-komponen ini yang akan menentukan seberapa baik website anda secara SEO. Komponen ini pula lah yang menentukan urutan rangking di hasil pencarian search engine. Secara singkat, inilah yang perlu anda pelajari untuk menguasai SEO. Mengoptimasi halaman website Riset kata kunci (Keyword research) Menganalisa kompetisi Membuat konten yang teroptimasi Membangun popularitas, link, dan reputasi Melakukan audit terhadap performa SEO Keenam inti ini bisa anda pelajari melalui bab-bab selanjutnya. Komponen Halaman Website yang Optimal Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna website. Kita akan bahas satu per satu dari setiap kategori berikut: Konten Keyword Judul URL Meta description Media gambar Outbound link Internal link Social sharing Kecepatan website link building 1. Konten dengan kualitas terbaik Kalau anda perhatikan, konten adalah komponen utama dalam halaman website. Artinya, konten memegang peranan terbesar dalam optimasi on-page. Mustahil mendapatkan peringkat 1 tanpa punya konten berkualitas. …tapi, apa itu konten berkualitas? Inilah ciri-cirinya: Memberikan manfaat maksimum bagi pengunjung Lebih menonjol dibandingkan konten lain yang sejenis Disimak dalam waktu panjang oleh pengunjung Membangkitkan perasaan (kagum, terhibur, bahagia, dll.) Menyelesaikan permasalahan pengunjung Itulah 5 kriteria konten berkualitas. Kalau anda ingin mendapatkan peringkat 1 di mesin pencari dalam durasi yang lama, maka konten anda sebaiknya memenuhi kelima hal itu. Tanpa terkecuali. Perlu anda ketahui juga kalau Google secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka menentang konten yang: Kurus (thin), dengan kata lain tidak berbobot Tidak memberikan nilai tambah bagi pembaca Tidak original Membuat pembaca frustrasi (karena kualitasnya rendah) Kalau konten anda masuk ke dalam salah satu kategori di atas, maka akan sangat sulit mendapatkan peringkat yang tinggi. Parahnya, konten seperti itu beresiko penalti! Google dan mesin pencari lain secara aktif memperbaharui algoritma-nya. Semakin ke depan, mereka akan semakin memahami kualitas dari sebuah konten. Maka, berhati-hatilah dalam menerbitkan konten bagi website anda. Untuk membantu anda dalam menciptakan konten yang baik, silahkan baca beberapa panduan berikut ini: 2. Keyword yang populer dan tepat sasaran Coba ingat kembali terakhir kali ketika anda menggunakan Google…anda menulis beberapa kata sebagai keyword-nya. Kemudian Google menampilkan hasil yang berkaitan dengan keyword tadi. Semakin relevan dengan keyword, semakin tinggi peringkatnya. Jadi, mengoptimasi halaman berarti mengoptimasi keyword. Setiap halaman di website anda harus dioptimasi paling tidak untuk 1 kata kunci. Caranya? Dengan menyertakan keyword dalam halaman website anda. Tepatnya di dalam konten, di judul, dan di URL. Dengan demikian, mesin pencari dan pengunjung akan langsung memahami apa isi dari halaman website anda. Satu hal lagi… Anda harus memahami apa maksud di balik sebuah keyword. Misalnya seseorang melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “beli iphone”. Kira-kira apa maksudnya? Apakah dia ingin membeli iPhone ataukah dia ingin membaca artikel tentang cara membeli iPhone? Hmm…sepertinya yang pertama lebih masuk akal. Google juga paham dengan hal ini. Sehingga Google akan menampilkan halaman yang menjual iPhone. Maka dari itu, mustahil bisa mendapatkan peringkat tinggi apabila anda menyediakan artikel tentang cara membeli iPhone. 3. Judul halaman yang mengundang klik Cara termudah untuk mengoptimasi judul yaitu dengan menyertakan keyword utama yang anda incar. Misalnya keyword “belajar SEO”, maka judulnya mengandung kata “belajar SEO”. Tapi itu saja belum cukup… …yang terpenting dalam judul bukan optimasi keyword, tapi optimasi terhadap ketertarikan manusia. Apabila judul yang anda buat mampu menarik banyak pengunjung, maka peringkatnya akan naik. Logikanya begini: Misalkan ada 2 website yang bersaing, di peringkat 1 dan 2. Ternyata peringkat 2 lebih banyak mendapatkan pengunjung daripada peringkat 1…karena judul yang dia buat lebih menarik, sehingga banyak yang klik. 4. URL yang singkat dan deskriptif Meskipun pengaruhnya tidak besar, tapi URL yang mengandung keyword dapat mempengaruhi peringkat website anda di hasil pencarian. Berikut ini contoh URL yang tidak baik. Hindari penggunaan URL seperti ini. panduanim.com/?p=94 URL yang bagus selalu relevan dengan apa isi dari halaman tersebut. Contohnya: Halaman tentang ‘resep bakso’ > domain.com/resep-bakso/ Halaman produk ‘macbook pro’ > domain.com/laptop/macbook-pro/ Buatlah URL yang mendeskripsikan konten, lebih baik lagi kalau mengandung keyword utama. 5. Meta description yang deskriptif dan mengundang klik Meta description adalah 1-2 kalimat yang muncul dalam hasil pencarian: SERP Meta description sebetulnya tidak mempengaruhi rangking halaman anda. Selain itu, juga tidak selalu muncul di hasil pencarian. Karena Google sekarang lebih sering menggunakan kalimat di dalam konten sebagai deskripsi halaman. Meskipun demikian, tidak ada salahnya bagian ini dioptimasi. (Lagipula tidak memakan waktu lama) Dengan meta description yang menarik, maka kemungkinan orang lain untuk mengunjungi website anda akan semakin tinggi. Seperti logika tadi, semakin banyak klik dari manusia = semakin baik peringkatnya. 6. Gambar berkualitas tinggi dan berukuran optimal Bayangkan sebuah halaman website yang 100% isinya teks, pasti sangat membosankan. Maka dari itu, gambar dan/atau video merupakan nilai tambah. Anehnya, banyak yang beranggapan gambar justru merugikan… …tidak benar. Tidak ada kerugian dalam menggunakan multimedia dalam konten. Kecuali, apabila jumlahnya sangat banyak sehingga membuat komputer pengunjung website anda macet. Atau apabila tidak ada kaitannya dengan konten. Beberapa tips: Gunakan gambar yang berhubungan dan menjelaskan konten Gunakan tipe ekstensi yang tepat agar ukuran file tidak membengkak Pastikan resolusi gambar sesuai dengan yang ditampilkan Kompres gambar supaya optimal Tambahkan atribut alt ketika meletakkan gambar